Rabu Berseri (Bersih, Sehat, dan Riang) merupakan program pembiasaan mingguan di SDIT Ibnu Khaldun yang dilaksanakan setiap Rabu pagi untuk menyelaraskan gerakan Adiwiyata dengan nilai mutu SERASI. Kegiatan ini diawali dengan aksi gotong royong "Bersih" melalui operasi semut dan penataan kelas guna menciptakan lingkungan belajar yang higienis, nyaman, serta kondusif (sesuai prinsip 7K). Selanjutnya, aspek "Sehat" diwujudkan melalui aktivitas fisik berkala seperti senam pagi bersama di lapangan sekolah atau jalan pagi menyusuri area luar sekolah untuk menikmati kesegaran udara pegunungan Lembang. Seluruh rangkaian kegiatan ini dikemas dalam suasana "Riang" yang penuh kebersamaan guna menyegarkan pikiran siswa, membangun kedekatan emosional antarwarga sekolah, sekaligus membentuk generasi muslim yang bugar, ceria, dan berbudaya lingkungan.
Hari Buah merupakan program pembiasaan mingguan di SDIT Ibnu Khaldun yang dirancang untuk menanamkan gaya hidup sehat sekaligus memperkuat karakter peduli lingkungan (Adiwiyata) di kalangan peserta didik. Pada hari tersebut, seluruh siswa diwajibkan membawa buah-buahan segar dari rumah serta membawa tumbler (botol minum) dan tempat makan sendiri demi meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kesehatan fisik siswa dengan mengonsumsi makanan alami, tetapi juga menjadi aksi nyata dalam mendukung kampanye pengurangan sampah plastik (zero waste). Melalui kebersamaan saat menikmati buah di kelas, program ini sukses membangun kesadaran lingkungan sejak dini dalam suasana yang menyenangkan, sehat, dan penuh berkah demi mewujudkan generasi muslim yang SERASI (Saleh, Berbudaya, Berprestasi).
Qailulah dan Berhemat Energi merupakan program pembiasaan siang hari di SDIT Ibnu Khaldun yang mengintegrasikan sunah Rasulullah dengan aksi nyata pelestarian lingkungan (Adiwiyata). Melalui program ini, para siswa dibiasakan melakukan Qailulah atau istirahat/tidur siang sejenak guna mengembalikan kebugaran fisik dan konsentrasi belajar, sekaligus dikombinasikan dengan gerakan bijak energi melalui pemadaman lampu kelas serta perangkat elektronik yang tidak digunakan. Pembiasaan ini tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan serta kesiapan mental siswa dalam menuntut ilmu, tetapi juga menjadi langkah konkret sekolah dalam menghemat konsumsi listrik demi mewujudkan ekosistem sekolah yang ramah lingkungan dan melahirkan generasi muslim yang SERASI (Saleh, Berbudaya, Berprestasi).